Memilih bahan bakar yang tepat merupakan salah satu langkah penting dalam menjaga performa dan usia pakai mesin diesel. Di Indonesia, pemilik kendaraan diesel umumnya mengenal beberapa pilihan BBM seperti Solar atau Biosolar, Dexlite, dan Pertamina Dex.
Ketiganya sama-sama digunakan pada mesin diesel, tetapi memiliki perbedaan dari segi angka setana (cetane number), kandungan sulfur, serta karakteristik bahan bakarnya.
Lantas, apa perbedaan Solar, Dexlite, dan Pertamina Dex? Apakah bahan bakar dengan cetane number lebih tinggi selalu lebih baik untuk semua kendaraan diesel? Dan bagaimana cara menjaga sistem bahan bakar tetap bersih, terutama pada mesin diesel modern dengan teknologi common rail?
Artikel ini membahas perbedaan ketiga jenis BBM diesel tersebut sekaligus memberikan panduan perawatan sistem bahan bakar agar kendaraan tetap bekerja secara optimal.
1. Mengenal Jenis Bahan Bakar Diesel di Indonesia
Sebelum membandingkan karakteristiknya, penting untuk memahami bahwa bahan bakar diesel memiliki spesifikasi yang berbeda sesuai dengan kebutuhan mesin dan standar kualitasnya.
Secara umum, tiga jenis BBM diesel yang banyak dikenal masyarakat Indonesia adalah Solar atau Biosolar, Dexlite, dan Pertamina Dex.
Solar atau Biosolar
Solar atau Biosolar merupakan bahan bakar diesel yang digunakan pada berbagai kendaraan bermesin diesel, termasuk kendaraan niaga dan kendaraan penumpang yang kompatibel.
Biosolar merupakan bahan bakar campuran minyak solar dengan biodiesel berbasis bahan nabati. Kandungan biodieselnya mengikuti kebijakan pencampuran yang ditetapkan pemerintah.
Karakteristik dan spesifikasi bahan bakar dapat berubah mengikuti regulasi yang berlaku. Karena itu, pengguna perlu memperhatikan spesifikasi BBM terkini serta rekomendasi pabrikan kendaraan.
Dexlite
Dexlite merupakan bahan bakar diesel dari Pertamina yang memiliki angka setana minimal 51 dan kandungan sulfur maksimal 1.200 ppm berdasarkan informasi spesifikasi yang dipublikasikan Pertamina.
Bahan bakar ini ditujukan untuk kendaraan bermesin diesel yang membutuhkan bahan bakar dengan karakteristik tertentu sesuai spesifikasi mesin.
Pertamina Dex
Pertamina Dex merupakan bahan bakar diesel dengan angka setana 53 dan batas kandungan sulfur maksimal 300 ppm berdasarkan spesifikasi produk yang dipublikasikan Pertamina.
Pertamina Dex juga memiliki formulasi aditif yang mencakup komponen seperti detergent, demulsifier, corrosion inhibitor, dan antifoaming.
Bahan bakar ini ditujukan untuk kendaraan diesel yang membutuhkan bahan bakar dengan spesifikasi tersebut, termasuk kendaraan dengan teknologi mesin diesel modern yang kompatibel.
2. Tabel Perbedaan Solar, Dexlite, dan Pertamina Dex
Berikut ringkasan perbedaan karakteristik ketiga jenis bahan bakar diesel yang perlu diketahui pemilik kendaraan.
| Karakteristik | Solar/Biosolar | Dexlite | Pertamina Dex |
| Jenis bahan bakar | Diesel dengan campuran biodiesel | Diesel dengan campuran biodiesel | Diesel dengan spesifikasi premium |
| Angka setana | Mengacu spesifikasi yang berlaku | Minimal 51 | 53 |
| Kandungan sulfur | Mengacu spesifikasi yang berlaku | Maks. 1.200 ppm | Maks. 300 ppm |
| Kandungan biodiesel | Mengikuti regulasi pemerintah | Mengikuti regulasi pemerintah | Mengacu spesifikasi produk |
| Fokus pemilihan | Kompatibilitas dan kebutuhan kendaraan | Kesesuaian spesifikasi mesin | Kesesuaian spesifikasi mesin |
| Hal yang perlu diperhatikan | Filter, kualitas BBM, dan perawatan berkala | Kebersihan sistem bahan bakar | Kebersihan sistem bahan bakar |
Catatan: Spesifikasi bahan bakar dan komposisi biodiesel dapat berubah mengikuti kebijakan pemerintah serta pembaruan produk. Selalu periksa informasi resmi terbaru dan buku manual kendaraan.
3. Apa Itu Cetane Number dan Mengapa Penting untuk Mesin Diesel?
Salah satu istilah yang sering muncul ketika membandingkan bahan bakar diesel adalah cetane number atau angka setana.
Cetane number merupakan parameter yang menunjukkan karakteristik kemudahan bahan bakar diesel untuk mengalami penyalaan akibat kompresi di dalam ruang bakar.
Berbeda dengan mesin bensin yang menggunakan busi untuk memicu pembakaran, mesin diesel mengandalkan temperatur udara hasil kompresi untuk membantu proses penyalaan bahan bakar.
Bagaimana pengaruh cetane number terhadap mesin?
Angka setana berkaitan dengan waktu tunda penyalaan (ignition delay) setelah bahan bakar diinjeksikan ke ruang bakar.
Secara umum, angka setana yang lebih tinggi menunjukkan karakteristik penyalaan yang lebih mudah dan waktu tunda penyalaan yang lebih pendek.
Hal ini dapat memengaruhi:
- Karakteristik pembakaran mesin.
- Respons mesin pada kondisi operasi tertentu.
- Suara dan getaran pembakaran.
- Kemudahan penyalaan mesin, terutama dalam kondisi tertentu.
Namun, angka setana yang lebih tinggi tidak otomatis membuat semua kendaraan menjadi lebih bertenaga atau lebih hemat BBM.
Hasil akhirnya tetap dipengaruhi oleh desain mesin, sistem injeksi, kondisi kendaraan, kualitas bahan bakar, dan kesesuaian spesifikasi dengan rekomendasi pabrikan.
Apakah Pertamina Dex lebih baik karena memiliki cetane number 53?
Pertamina Dex memiliki angka setana 53, sedangkan Dexlite memiliki angka setana minimal 51.
Perbedaan tersebut menunjukkan adanya perbedaan karakteristik penyalaan bahan bakar.
Akan tetapi, pemilihan BBM sebaiknya tidak hanya berdasarkan angka setana. Pengguna juga perlu mempertimbangkan batas sulfur, spesifikasi mesin, sistem emisi, ketersediaan bahan bakar, serta rekomendasi pabrikan kendaraan.
4. Kandungan Sulfur pada BBM Diesel: Apa Pengaruhnya terhadap Mesin?
Selain cetane number, kandungan sulfur juga menjadi parameter penting dalam spesifikasi bahan bakar diesel.
Sulfur merupakan unsur yang secara alami dapat ditemukan dalam bahan bakar fosil. Dalam proses pembakaran, senyawa sulfur dapat menghasilkan sulfur oksida yang berkontribusi terhadap emisi gas buang.
Kandungan sulfur yang lebih rendah menjadi salah satu karakteristik bahan bakar diesel yang ditujukan untuk mendukung kebutuhan teknologi mesin dan sistem pengendalian emisi tertentu.
Berdasarkan informasi Pertamina, Dexlite memiliki batas sulfur maksimal 1.200 ppm, sementara Pertamina Dex memiliki batas maksimal 300 ppm.
Mengapa pemilik mobil diesel perlu memperhatikan sulfur?
Kendaraan diesel modern dapat dilengkapi berbagai komponen pengendalian emisi, seperti diesel oxidation catalyst dan diesel particulate filter (DPF), tergantung desain kendaraan.
Karena itu, penggunaan bahan bakar perlu mengikuti spesifikasi yang ditetapkan pabrikan agar sistem pembakaran dan pengendalian emisi dapat bekerja sesuai perancangannya.
Perlu diingat, sulfur bukan satu-satunya faktor yang menentukan kebersihan sistem bahan bakar. Kontaminasi air, partikel, deposit, serta kondisi perawatan filter juga perlu diperhatikan.
5. Apakah BBM Diesel dengan Cetane Tinggi Membuat Mesin Lebih Awet?
Pertanyaan ini cukup sering muncul di kalangan pemilik kendaraan diesel.
Jawabannya, cetane number merupakan salah satu parameter kualitas bahan bakar, tetapi bukan satu-satunya penentu usia pakai mesin.
Keawetan mesin diesel dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain:
- Kesesuaian bahan bakar dengan spesifikasi mesin.
- Kualitas dan kebersihan bahan bakar.
- Kondisi injector dan pompa bahan bakar.
- Kualitas serta interval penggantian oli mesin.
- Kebersihan filter bahan bakar.
- Pola berkendara dan beban kerja mesin.
- Perawatan sistem pendingin dan komponen mesin lainnya.
Bahkan ketika menggunakan bahan bakar berkualitas, sistem bahan bakar tetap membutuhkan perawatan berkala.
Hal ini terutama penting pada mesin diesel common rail yang menggunakan tekanan injeksi tinggi dan komponen presisi.
6. Mengapa Sistem Bahan Bakar Diesel Perlu Dibersihkan Secara Berkala?
Sistem bahan bakar diesel bertugas menyimpan, menyaring, menyalurkan, dan menginjeksikan bahan bakar ke ruang bakar.
Pada kendaraan modern, sistem ini melibatkan beberapa komponen utama, seperti:
- Tangki bahan bakar.
- Fuel pump.
- Fuel filter.
- High-pressure fuel pump.
- Common rail.
- Fuel injector.
Seiring pemakaian, sistem bahan bakar dapat terpapar kontaminan maupun mengalami pembentukan deposit akibat proses operasi mesin.
A. Deposit pada injector
Injector bertugas menyemprotkan bahan bakar dalam pola dan jumlah yang telah diperhitungkan oleh sistem pengontrol mesin.
Deposit pada injector berpotensi mengganggu karakteristik penyemprotan bahan bakar.
Kondisi tersebut dapat memengaruhi kualitas pembakaran dan respons mesin.
B. Kontaminasi air
Air dalam bahan bakar dapat berasal dari berbagai sumber, termasuk kondensasi atau kontaminasi selama penyimpanan dan distribusi.
Karena itu, pemeriksaan water separator dan penggantian fuel filter sesuai interval servis menjadi bagian penting dalam perawatan diesel.
C. Pelumasan komponen sistem bahan bakar
Bahan bakar diesel juga berperan dalam membantu pelumasan sejumlah komponen sistem injeksi.
Karakteristik lubricity perlu diperhatikan karena berkaitan dengan gesekan dan keausan pada komponen yang bersentuhan dengan bahan bakar.
Oleh sebab itu, menjaga kualitas bahan bakar dan mengikuti rekomendasi perawatan pabrikan merupakan langkah penting untuk membantu mempertahankan kondisi sistem bahan bakar.
7. Bagaimana Cara Merawat Sistem Bahan Bakar Diesel?
Selain memilih BBM yang sesuai, pemilik kendaraan dapat menerapkan beberapa langkah perawatan berikut.
1. Gunakan bahan bakar sesuai rekomendasi pabrikan
Periksa buku manual kendaraan untuk mengetahui spesifikasi bahan bakar yang direkomendasikan.
Jangan hanya mengandalkan anggapan bahwa bahan bakar dengan harga lebih tinggi atau angka setana lebih tinggi pasti cocok untuk semua mesin.
2. Ganti fuel filter secara berkala
Fuel filter berfungsi menyaring partikel dan kontaminan sebelum bahan bakar masuk ke komponen sistem injeksi.
Ikuti interval penggantian yang ditentukan pabrikan, serta lakukan pemeriksaan lebih awal apabila terdapat indikasi kontaminasi atau gangguan suplai bahan bakar.
3. Perhatikan kondisi water separator
Pada kendaraan yang dilengkapi water separator, lakukan pemeriksaan dan pengurasan sesuai petunjuk perawatan.
Langkah ini membantu mengurangi risiko air terbawa menuju komponen sistem injeksi.
4. Gunakan diesel fuel additive yang sesuai
Diesel fuel additive dapat digunakan sebagai bagian dari program perawatan sistem bahan bakar, selama formulasi dan dosisnya sesuai dengan kebutuhan kendaraan.
Produk dengan fungsi pembersih injector, peningkat lubricity, atau pengelolaan air dalam bahan bakar memiliki tujuan penggunaan yang berbeda.
Penting untuk memahami fungsi produk dan mengikuti petunjuk pemakaian.
5. Lakukan servis berkala
Perawatan rutin tetap menjadi dasar utama menjaga kondisi mesin diesel.
Jika kendaraan mengalami gejala seperti sulit dinyalakan, tenaga menurun, mesin pincang, atau konsumsi BBM berubah secara signifikan, lakukan pemeriksaan lebih lanjut di bengkel.
Jangan langsung menganggap seluruh masalah berasal dari kualitas bahan bakar.
8. Peran Hot Shot’s Secret dalam Perawatan Sistem Bahan Bakar Diesel
Memilih BBM yang sesuai merupakan langkah awal. Selanjutnya, pemilik kendaraan dapat melengkapi perawatan rutin dengan produk diesel fuel additive yang memiliki fungsi sesuai kebutuhan sistem bahan bakar.
Hot Shot’s Secret menghadirkan beberapa produk untuk membantu mendukung perawatan sistem bahan bakar diesel, termasuk Everyday Diesel Treatment dan LX4 Lubricity Extreme.
Everyday Diesel Treatment: Perawatan Rutin Setiap Isi BBM
Hot Shot’s Secret Everyday Diesel Treatment merupakan diesel fuel additive dengan formulasi multifungsi yang dirancang untuk penggunaan rutin.
Produk ini memiliki enam fungsi utama:
- Cetane booster: Membantu meningkatkan angka setana bahan bakar.
- Injector cleaner: Membantu membersihkan deposit pada injector.
- Lubricity improver: Membantu meningkatkan karakteristik pelumasan bahan bakar.
- Water demulsifier: Membantu memisahkan air dari bahan bakar.
- Corrosion inhibitor: Membantu melindungi komponen sistem bahan bakar dari korosi.
- Fuel stabilizer: Membantu menjaga stabilitas bahan bakar selama penyimpanan.
Everyday Diesel Treatment dapat digunakan sebagai bagian dari rutinitas perawatan kendaraan diesel, termasuk kendaraan yang menggunakan bahan bakar diesel dengan campuran biodiesel, dengan tetap mengikuti petunjuk produk dan rekomendasi pabrikan kendaraan.
Dosis penggunaan:
- Perawatan rutin: 15 ml per 60 liter BBM.
- Dosis performa: 30 ml per 50–60 liter BBM.
Gunakan Everyday Diesel Treatment setiap kali isi BBM untuk membantu menjaga performa dan perlindungan sistem bahan bakar diesel.
LX4 Lubricity Extreme: Membantu Menjaga Lubricity Bahan Bakar
Hot Shot’s Secret LX4 Lubricity Extreme merupakan fuel additive yang diformulasikan untuk membantu meningkatkan lubricity atau karakteristik pelumasan bahan bakar.
Lubricity menjadi salah satu parameter penting karena bahan bakar diesel bersentuhan langsung dengan sejumlah komponen sistem injeksi.
LX4 dapat menjadi pilihan tambahan dalam program perawatan bahan bakar, terutama ketika pengguna ingin memberikan perhatian lebih pada aspek pelumasan sistem bahan bakar.
Perlu diketahui, Everyday Diesel Treatment dan Diesel Extreme telah mengandung komponen LX4 dalam formulasinya. Karena itu, pengguna sebaiknya memahami kebutuhan kendaraan dan dosis produk sebelum menambahkan beberapa aditif sekaligus.
9. Jadi, Solar, Dexlite, atau Pertamina Dex: Mana yang Harus Dipilih?
Tidak ada satu jenis bahan bakar yang otomatis menjadi pilihan tepat untuk seluruh kendaraan diesel.
Pemilihan BBM perlu mempertimbangkan spesifikasi mesin, rekomendasi pabrikan, kebutuhan operasional, dan ketersediaan bahan bakar.
Berikut panduan sederhana yang dapat digunakan:
Jika menggunakan Solar atau Biosolar:
Pastikan kendaraan kompatibel dengan spesifikasi bahan bakar yang digunakan. Perhatikan kondisi fuel filter, water separator, dan jadwal servis, terutama apabila kendaraan digunakan untuk perjalanan jauh atau operasional intensif.
Jika menggunakan Dexlite:
Periksa kesesuaian spesifikasi Dexlite dengan kebutuhan mesin. Perhatikan pula jadwal perawatan sistem bahan bakar agar injector dan komponen pendukung tetap terjaga.
Jika menggunakan Pertamina Dex:
Pastikan kendaraan sesuai dengan spesifikasi bahan bakar tersebut. Kandungan sulfur dan angka setana merupakan bagian dari karakteristik BBM yang perlu dipertimbangkan bersama parameter lainnya.
Apa pun jenis bahan bakarnya, kebersihan sistem bahan bakar, kondisi filter, serta perawatan berkala tetap menjadi faktor penting dalam menjaga performa mesin diesel.
Kesimpulan
Solar atau Biosolar, Dexlite, dan Pertamina Dex memiliki karakteristik serta spesifikasi yang berbeda. Perbedaan tersebut dapat dilihat dari angka setana, kandungan sulfur, dan formulasi bahan bakarnya.
Dexlite memiliki angka setana minimal 51 dan batas sulfur maksimal 1.200 ppm, sedangkan Pertamina Dex memiliki angka setana 53 dan batas sulfur maksimal 300 ppm berdasarkan informasi spesifikasi Pertamina.
Namun, memilih BBM yang sesuai saja belum cukup. Sistem bahan bakar diesel tetap membutuhkan perawatan rutin untuk membantu menjaga kebersihan injector, kondisi filter, dan karakteristik pelumasan komponen.
Dengan penggunaan bahan bakar yang sesuai rekomendasi pabrikan, servis berkala, serta perawatan tambahan menggunakan diesel fuel additive yang tepat, pemilik kendaraan dapat membantu menjaga sistem bahan bakar tetap terawat.
Hot Shot’s Secret Everyday Diesel Treatment dapat menjadi bagian dari rutinitas perawatan tersebut. Gunakan setiap kali isi BBM untuk membantu menjaga performa dan perlindungan sistem bahan bakar diesel.
Rawat sistem bahan bakar diesel Anda dengan perawatan yang tepat bersama Hot Shot’s Secret!
Dapatkan produk Hot Shot’s Secret original melalui kanal resmi PT Papasari:
- 🛒 Tokopedia: PT Papasari
- 🎵 TikTok Shop: PT Papasari
- 💬 WhatsApp: Hubungi tim kami untuk konsultasi produk, rekomendasi penggunaan, dan pemesanan.
Masih bingung memilih diesel treatment yang sesuai dengan kendaraan Anda? Tim teknis PT Papasari siap membantu memberikan konsultasi!
Gunakan produk original, rawat mesin dengan tepat, dan berkendara lebih tenang bersama Hot Shot’s Secret.



